Hidup kita di dunia, nggak akan pernah bebas. Mau lo bilang lo bebas, lo free, nggak ada orang yang ngawasin lo, lo nggak akan pernah bebas.
Kenapa? Gak usah jauh-jauh, pertama kali dilahirin aja kita udah dapet sesuatu yang ngontrol kita. Turunan, dari orangtua kita, dari nenek moyang kita. Kalo gue belajar di sekolah, itu namanya unsur primodialisme.
Primodialisme itu cuman contoh aja, gue enggak terlalu masalah sama primodialisme. Toh sekarang malah banyak orang-orang yang menentang ajaran primodialis mereka sendiri. Yang gue tangkep di sini, primodialisme itu lebih gampang dibuang asal mau terima resiko.
Yang gue masalahin itu sebenernya justru malah that kind of stereotype.
Stereotype inilah yang bikin kita nggak pernah bebas. Stereotype ngebuat kita ngejudge orang-orang lain tanpa mikir mereka sebenernya gimana, atau gimana asal usul mereka. Ketemu orang X, mikir ini. Ketemu orang Y, mikir itu. Meskipun stereotype itu biasanya muncul karena riset yang dilakukan ke orang-orang dari golongan itu sendiri menunjukkan bahwa sebagian besar golongan itu seperti itu, bukan berarti mereka seperti itu semua, dan belom berarti anak cucu mereka seperti itu juga, bukan?
Well, I'm gonna start expositing my potentially controversial opinions.
#1
Gue termasuk orang yang suka ngamatin orang lain diem-diem. Gue suka tiba-tiba buat teori sendiri tentang orang. (Teori Orang?)
Orang cenderung langsung menentukan background orang dari penampilannya. sampe sini masih nggak papa. Tapi, gimana dengan orang orang yang menentukan apa yang harus mereka perbuat terhadap orang yang mereka hadapi, dengan melihat dari luarnya saja, tanpa berpikir dua kali apa yang membuat mereka berpenampilan atau bersikap seperti itu?
Balik ke paragraf sebelumnya, orang dari jenis X belom tentu berperilaku sama seperti orang X.
Atau lebih dalam lagi, belom tentu berniat sama seperti orang-orang mayoritas dari golongannya.
Kenapa nggak berusaha bersikap netral sampai benar-benar mengerti orang yang lagi dihadapi itu siapa, mau apa, dan apa niatnya?
No need to show your sinister eyes to the people you decide to dislike
#2
Menurut gue, enggak pernah ada orang yang bisa disebut jahat dilihat dari perbuatan mereka.
I even don't want to say that a serial killer is brutally mean.
Yang buat orang jahat atau nggak itu niatnya.
Are you gonna say that if you meet a person showing his or her 'jutek' face is a bad person? No, please don't say that. Siapa tau lagi bete gara-gara alasan lain? Atau siapa tau face nya emang kayak gitu?
Kita boleh kok ngejudge, tapi at least, kalau belum tahu, jangan pernah show our judgement to the people who is being judged by us.
#3
Perang-perang di dunia ini kebanyakan karena berselisih paham. Tapi juga ada perang karena didasarin perasaan nggak suka antar golongan.
Let's say Palestina Israel.
Lihat dari tanggapan mengenai perang ini, maka orang bisa dibagi jadi 3 jenis.
Orang yang bela Israel, orang yang bela Palestina, dan orang yang on off.
Orang on off ini, dibagi lagi.
Orang yang bingung tapi nggak mau ngelakuin apa-apa, orang yang bingung tapi masih mau nelaah dan ikut-ikutan kalau ada orang yang lagi ngomongin, sama orang yang totally doesn't give a fuck.
Pasti jarang ya nemu orang yang doesn't give a fuck, secara kalau gue ngomongin masalah ginian, orang yang gue ajak ngomong pasti udah punya pendapat sendiri, berdasarkan evidence yang dia nemuin. Semua pendapat dia pasti ada alasan, dan alasan inilah yang bikin orang-orang merasa dirinya benar.
Well, it happens to me, too!
Gue adalah orang Indonesia yang mayoritas Muslim, dan gue juga alhamdulillah Muslim, dan gue membela Palestina. or let's say Hammas. or whatever.
Gue mungkin masuk jenis orang on off. Gue nggak terlalu ngikutin perang tersebut, di sini gue cuman berdoa supaya Allah ngasih yang terbaik, gue enggak berharap Israel atau Palestina menang atau kalah di ketegangan ini, soalnya bukan gue juga kan yang perang...........
Kalau kata orang-orang dan sumber yang gue baca, dunia ini sudah diatur. All we have to do is just berbuat baik. Or let's say berbuat yang kita anggap baik karena baik itu relatif.
Back to the topic, kenapa perang ini bisa terjadi? Ada sumber yang bilang hubungan mereka seperti itu karena 'memang begitu'. If you know what I mean. Dua duanya punya persepsi yang beda, dan yang bikin gua tambah bingung, persepsi ini turunan. Contoh, gue dijahatin sama x. Gue sakit hati banget sehingga gue ngepersuasi turunan gue supaya gasuka sama x, dan tentu saja alesan yang gue kasih ini nggak pasti sama dengan alesan yang mereka tau karena istilahnya 'gatau langsung dari orangnya'. Otherwise, ada kemungkinan si x ini nggak merasa dia salah, dan malahan si x ini yang merasa gue jahatin.
Yang gue masalahin di sini adalah, siapa yang jahat?
Bisa dibilang akar masalah mereka ini karena suatu hal yang terjadi di jaman dulu, dan nggak kelar sampai sekarang. Bahkan, ada suatu hal yang bikin gue literally nggak bisa nentuin siapa yang jahat di sini.
Semua yang di kitab pasti punya alasan, nggak mungkin ada yang nulis tanpa alasan. Alasan inilah yang gue nggak dapet sampai sekarang. Oh iya anyway kitab yang gue maksud buku, bukan cuman al-kitab
Semua yang di kitab pasti punya alasan, nggak mungkin ada yang nulis tanpa alasan. Alasan inilah yang gue nggak dapet sampai sekarang. Oh iya anyway kitab yang gue maksud buku, bukan cuman al-kitab
Dua-duanya kena dengan stereotype, dua-duanya udah punya mindset yang bertolak belakang, dan apakah salah satu dari mereka jahat karenanya?
Kadang-kadang gue mikir kalo human is just another innocent.
Bukan kadang-kadang. Tapi, setiap gue inget tentang masalah ini, gue berpikir kalo manusia is just another innocent.
Bahkan, orang yang lagi nulis tulisan kayak gini pun (contohnya gue) adalah salah satu orang yang innocent.
By the way gue tau apa yang bakal orang pikir kalau baca tulisan gue, jadi gue minta maaf kalau misalnya tulisan gue enggak sejalan sama kalian. Lebih lagi, gue juga nggak terlalu mendalami soal perang atau semacamnya. Jadi istilahnya 'gak tau apa apa'
That's why I share it to you, to summarize and slowly vanish my confusion.
Again, yang gue bingungin di sini adalah cara pandang orang. Bukan menyangkut golongan atau semacamnya.
0 komentar:
Post a Comment